Dreams

Senin, 17 September 2012


                Ayah mengapa kadang-kadang seseorang begitu sulit mewujudkan mimpi-mimpinya? Mengapa anak-anak ayah yang lain menjadi orang yang berprestasi dan berhasil sementara aku hanya menjadi mahasiswa dengan nilai-nilai yang tidak terlalu baik? Mengapa aku tidak bisa membahagiakan ayah dan ibu? Mengapa aku selalu  gagal dalam segala hal dalam hidupku? Mengapa aku tak bisa mewujudkan mimpi-mimpiku? Aku juga ingin membahagiakan ayah dan ibu seperti apa yang dilakukan anak ibu dan ayah yang lain nya. Tapi mengapa aku tak bisa melakukannya.
                Kemudian, ayahku berkata “ Tidak, anakku”. “Jangan pernah berkata begitu. Barangkali kadang-kadang hidup memang tidak menyenangkan, tetapi jangan padamkan mimpimu. Jangan lelah bermimpi dan berharap. Putus asa hanya kata yang sia-sia”.
                “Tidak ada yang sulit selama kita mengetahui potensi terbaik yang kita miliki. Kemudian kita serius mengasah dan mengolahnya supaya menjadi lebih baik lagi, lagi dan lagi. Kita harus terus berusaha. Lalu bersabar dengan setiap prosesnya.”
                “Tapi kenapa aku selalu sulit menemukan apa yang baik dari diriku, Ayah. Mengapa seseorang bisa begitu sulit menemukan yang hebat dari dirinya sementara ia sedang begitu iri pada orang lain yang selalu beruntung dalam hidup mereka?”
                Ayahku berkata lagi, “kita begitu sulit menemukan kemampuan terbaik dari diri kita karena kita selalu terlalu sering di bawahnya? Kadang-kadang kita terus-menerus bersembunyi tepat di bawah diri kita, sehingga tak mampu melihat siapa diri kita sebenarnya.”