Ayah
mengapa kadang-kadang seseorang begitu sulit mewujudkan mimpi-mimpinya? Mengapa
anak-anak ayah yang lain menjadi orang yang berprestasi dan berhasil sementara
aku hanya menjadi mahasiswa dengan nilai-nilai yang tidak terlalu baik? Mengapa
aku tidak bisa membahagiakan ayah dan ibu? Mengapa aku selalu gagal dalam segala hal dalam hidupku? Mengapa
aku tak bisa mewujudkan mimpi-mimpiku? Aku juga ingin membahagiakan ayah dan
ibu seperti apa yang dilakukan anak ibu dan ayah yang lain nya. Tapi mengapa
aku tak bisa melakukannya.
Kemudian,
ayahku berkata “ Tidak, anakku”. “Jangan pernah berkata begitu. Barangkali
kadang-kadang hidup memang tidak menyenangkan, tetapi jangan padamkan mimpimu.
Jangan lelah bermimpi dan berharap. Putus asa hanya kata yang sia-sia”.
“Tidak
ada yang sulit selama kita mengetahui potensi terbaik yang kita miliki.
Kemudian kita serius mengasah dan mengolahnya supaya menjadi lebih baik lagi,
lagi dan lagi. Kita harus terus berusaha. Lalu bersabar dengan setiap
prosesnya.”
“Tapi
kenapa aku selalu sulit menemukan apa yang baik dari diriku, Ayah. Mengapa
seseorang bisa begitu sulit menemukan yang hebat dari dirinya sementara ia
sedang begitu iri pada orang lain yang selalu beruntung dalam hidup mereka?”
Ayahku
berkata lagi, “kita begitu sulit menemukan kemampuan terbaik dari diri kita
karena kita selalu terlalu sering di bawahnya? Kadang-kadang kita terus-menerus
bersembunyi tepat di bawah diri kita, sehingga tak mampu melihat siapa diri
kita sebenarnya.”
0 komentar:
Posting Komentar